Friday, December 20, 2024
Menemukan Kembali

Blog ini telah ditemukan kembali setelah bertahun-tahun lenyap ditelan bumi. Blog ini menjadi jejak digital yang tidak akan lekang oleh waktu bahwa aku pernah berselancar di medan yang bernama Blogspot


Tuesday, January 03, 2012
Trip to Italy!



Tuesday, March 29, 2011
Madah Pagi 4
Engkau telah mengajarku
menghitung hari-hariku sedemikian
sehingga (-----harapannya----) aku beroleh hati yang bijaksana....

hari-hari sedang kuhitung
dari detik, menit, hari, minggu dan bulan
tak terasa setahun telah berlalu

kuingin berjalan bersama-Mu
dalam suram dan terang
dalam lurus dan terjal
dalam pasti dan keraguan
suka dan duka


seandainya tidak Kau tuntun aku
niscaya aku tidak tahu
kesudahan diriku
dalam lembah kelam hidup ini


terima kasih atas makna
yang tersingkap dalam kejadian
yang tersembunyi dalam peristiwa

terima kasih atas setia
yang tetap mahal dan berharga
di tengah dunia penuh ilusi


terima kasih atas pencobaan
yang telah membuatku kuat
meski kulit kembali legam

Tuhan....
tanpa-Mu aku bukan siapa-siapa...


aeknabara03282011


Monday, March 07, 2011
hari ini : untuk-Mu!
waktu adalah singkapan

misteri-misteri sang Khalik

hari adalah penjelasan

makna tersembunyi

dalam kejadian-kejadian



tentang jalan memanjang yang terjal

yang terlampaui oleh derap berarak

kini tak lagi meragu



Aku hanya ingin mengeja syukur

pada-Mu sang empunya kepastian

yang menelisik hari-hari gelap

dan menyingkap rahasia-rahasia hari



hariku ini

untuk-Mu!


Saturday, January 22, 2011
solilokui 33!
mengayun cepat malam beranjak

dan ceritaku kembali padanya

tak lekang dan tak bosan



pada satu waktu yang pasti

berganti baju zirah

dalam tetasan peluh

dan lelah menyeruak



mengapa tak bosan

sapa-sapa mengepak

berjajar tulus

berbaris manis

di layar bisu mungil ini



ah....

aku tidak sedang luluh

ah...

aku hanya sedang bersoliloku


Thursday, December 30, 2010
syair rindu buat ayah....!
Ayah,

aku ingin bercerita tentang mimpiku di malam lalu

tentang kisah menyambung yang terus menghantui pikirku

aku hanya ingin ayah mendengarnya

selagi masih melekat ingat



Ayah,

terbang kembali aku dengan sayap mengepak

berpacu cepat

hinggap di pucuk-pucuk cemara

dan menukik ke tanah basah



Ayah,

aku selalu bermimpi

terbang bersama awan

di antara petak-petak sawah menghijau

dan pohon-pohon rindang



dan...

seruling kembali menggema

dalam irama pentatonis

dan alam memekik kegirangan



Ayah,

inikah surga di penghujung tahun?

saat perjumpaan kita mulai mendekat?



Ayah,

aku sedang mengeja rinduku

padamu!