(1)
Biarlah aku bersolilokui lagi di hari indah ini, tentang diri-Mu sang pembaca hati yang sempurna.
Engkau yang telah membacai hati dan pikirku!
"Ah masih cerita tentang bab-bab yang telah tertulis, tentang harapan yang tersimpan rapat dan erat! Keberanian tidak juga muncul dari pikir dan hati karena berharap mukjizat-Mu. Ketakutan telah memenjarakannya! Haruskah dia mencipta tanda-tanda suram untuk memberi penghiburan diri akan ketidaklayakan dan ketakutan akan ketertolakan?
(2)
Dan aku bermimpi tentang sebuah halaman diary yang telah lusuh, tempat segala solilokui hatiku. Membukanya dari belakang ke depan hingga sampai pada halaman-halaman tengah.
"Kamu harus menyobek tiga halaman di tengah tempatmu bergulat dengan-Ku, tempatmu mengurung-Ku dalam kategori pikirmu".
Aku telah melakukannya Tuhan! Setahun lalu!
(3)
Pasti Engkau tahu semuanya dan pasti tanda-tanda telah Kauberikan!
(4)
Ah...dia tidak mau mendengar! Karena keyakinannya adalah kepastian dan kebenaran!
Biarlah aku bersolilokui lagi di hari indah ini, tentang diri-Mu sang pembaca hati yang sempurna.
Engkau yang telah membacai hati dan pikirku!
"Ah masih cerita tentang bab-bab yang telah tertulis, tentang harapan yang tersimpan rapat dan erat! Keberanian tidak juga muncul dari pikir dan hati karena berharap mukjizat-Mu. Ketakutan telah memenjarakannya! Haruskah dia mencipta tanda-tanda suram untuk memberi penghiburan diri akan ketidaklayakan dan ketakutan akan ketertolakan?
(2)
Dan aku bermimpi tentang sebuah halaman diary yang telah lusuh, tempat segala solilokui hatiku. Membukanya dari belakang ke depan hingga sampai pada halaman-halaman tengah.
"Kamu harus menyobek tiga halaman di tengah tempatmu bergulat dengan-Ku, tempatmu mengurung-Ku dalam kategori pikirmu".
Aku telah melakukannya Tuhan! Setahun lalu!
(3)
Pasti Engkau tahu semuanya dan pasti tanda-tanda telah Kauberikan!
(4)
Ah...dia tidak mau mendengar! Karena keyakinannya adalah kepastian dan kebenaran!


