Monday, August 31, 2009
Solilokui 17
(1)
Biarlah aku bersolilokui lagi di hari indah ini, tentang diri-Mu sang pembaca hati yang sempurna.
Engkau yang telah membacai hati dan pikirku!

"Ah masih cerita tentang bab-bab yang telah tertulis, tentang harapan yang tersimpan rapat dan erat! Keberanian tidak juga muncul dari pikir dan hati karena berharap mukjizat-Mu. Ketakutan telah memenjarakannya! Haruskah dia mencipta tanda-tanda suram untuk memberi penghiburan diri akan ketidaklayakan dan ketakutan akan ketertolakan?

(2)
Dan aku bermimpi tentang sebuah halaman diary yang telah lusuh, tempat segala solilokui hatiku. Membukanya dari belakang ke depan hingga sampai pada halaman-halaman tengah.

"Kamu harus menyobek tiga halaman di tengah tempatmu bergulat dengan-Ku, tempatmu mengurung-Ku dalam kategori pikirmu".

Aku telah melakukannya Tuhan! Setahun lalu!

(3)
Pasti Engkau tahu semuanya dan pasti tanda-tanda telah Kauberikan!

(4)
Ah...dia tidak mau mendengar! Karena keyakinannya adalah kepastian dan kebenaran!


Sunday, August 30, 2009
Solilokui 16
God prepares me for his great grace
with a thousand blessings- unseen!

God tutors my soul with a constant caress,
elusive, warm, yet unfelt!

God unleashes on me a mighty tenderness
creeping around my ink night
like a stranger not met,

Oh....
God prepares me for his great grace!
Gathering myriad store of joys to fall upon
this wandering child of night!


---oh I caught a grasshopper between the slats of my window: wood-like, brown and gold---


Monday, August 24, 2009
Engkau telah memberikan ini semua kepadaku dan aku tak akan menyia-nyiakannya.
Hanya saja aku telah bersolilokui sekian lama dan tak juga mendapat jawab.
Engkau telah menunjukkan padaku jalanan sempit dan terjal untuk membaca ungkapan hati dan harapan. Lihatlah kotak-kotakku penuh dengan seribu tanya, telingaku terasa berdengung, mataku tak juga terkatup dan terlebih hatiku menjadi lebam.

Bukan kata-kataku tapi kata-kata-MU!
Bukan kehendakku tapi kehendak-Mu!

Tahukah Engkau aku menjadi demikian lelah karenanya dan hendak berlari darinya? Aku hanya ingin terlelap, dan hidup tanpa keinginan bagai burung terbang!

Namun Engkau selalu meyakinkanku dalam mantra pagi dan senja:

"Anakku Aku takkan sekali-kali meninggalkanmu?"

AKU PERCAYA PADAMU TUHAN! tanpa-Mu aku adalah kesiaan!

Tapi maukah Engkau dengarkan kisah-kisahku?
Kisah-kisah dari mata pikir dan hatiku yang Kauberikan!
Tentang kisah sang peri dalam penantiannya yang buram, yang tak lelah berharap dalam gelap. Tentang harapan-harapannya yang tak pernah terungkap dan tersimpan rapat dalam hatinya, berharap sang pangeran membacanya dan berharap Engkau berbisik kepada sang empunya hati. Tentang kata-kata yang tersimpan dalam ruang gelap dan tak pernah terkirim.
Tentang kebisuan dan kedalaman rasa yang tak juga terlontar!

Aku ingat Engkau telah mengatakannya kepadaku

"Anakku Aku mau engkau mengatakannya!"
Dan....Aku telah melakukannya Tuhan!

Luar biasa karena kabut senja itu perlahan lenyap dan kepastian membawaku pada puncak keagungan-Mu!

"Engkau telah memulai....dan Engkau akan menyelesaikannya!"

----darisudutkamarku082309----


Saturday, August 22, 2009
Solilokui 15
aku tidak pernah lelah menunggu
pada deretan kata hikmat yang kautuliskan
pada kotak bisu di ujung layar ini
aku akan membacanya!

aku selalu merasa bebas
karena kaubiarkan lepas

"jangan bacai harapan hatiku" katamu suatu ketika!
"Tidak kawan, karena aku bukan malaikat!" kataku!

dan kita telah berjanji tidak akan bersembunyi di balik kemunafikan!

indahnya kata sederhana
indahnya harapan sederhana

terima kasih kawan!


"Engkau telah memulai....Engkau akan menyelesaikannya!"
Engkau telah memberikan ini semua kepadaku dan aku tak akan menyia-nyiakannya.
Hanya saja aku telah bersolilokui sekian lama dan tak juga mendapat jawab.
Engkau telah menunjukkan padaku jalanan sempit dan terjal untuk membaca ungkapan hati dan harapan. Lihatlah kotak-kotakku penuh dengan seribu tanya, telingaku terasa berdengung, mataku tak juga terkatup dan terlebih hatiku menjadi lebam.

Bukan kata-kataku tapi kata-kata-MU!
Bukan kehendakku tapi kehendak-Mu!

Tahukah Engkau aku menjadi demikian lelah karenanya dan hendak berlari darinya? Aku hanya ingin terlelap, dan hidup tanpa keinginan bagai burung terbang!

Namun Engkau selalu meyakinkanku dalam mantra pagi dan senja:

"Anakku Aku takkan sekali-kali meninggalkanmu?"

AKU PERCAYA PADAMU TUHAN! tanpa-Mu aku adalah kesiaan!

Tapi maukah Engkau dengarkan kisah-kisahku?
Kisah-kisah dari mata pikir dan hatiku yang Kauberikan!
Tentang kisah sang peri dalam penantiannya yang buram, yang tak lelah berharap dalam gelap. Tentang harapan-harapannya yang tak pernah terungkap dan tersimpan rapat dalam hatinya, berharap sang pangeran membacanya dan berharap Engkau berbisik kepada sang empunya hati. Tentang kata-kata yang tersimpan dalam ruang gelap dan tak pernah terkirim.
Tentang kebisuan dan kedalaman rasa yang tak juga terlontar!

Aku ingat Engkau telah mengatakannya kepadaku

"Anakku Aku mau engkau mengatakannya!"
Dan....Aku telah melakukannya Tuhan!

Luar biasa karena kabut senja itu perlahan lenyap dan kepastian membawaku pada puncak keagungan-Mu!

"Engkau telah memulai....dan Engkau akan menyelesaikannya!"

----darisudutkamarku082309----


Monday, August 17, 2009
Ah....!
dari balik tubuh berputar
peluh mengucur deras
dari balik gerai rambut acak
membasah tubuh
sempurnakan lajuku
pada permainan bola berpilin

tak lepas sepasang mata
pada pilinan bola putih
di atas detak papan biru

melajulah bola putihku
saat tangan ini berayun keras
bersama pekik dan hempasan menggegap
meraih satu persatu angka

ah.....selesai sudah!


Sunday, August 16, 2009
Madah Senja 3
dan aku masih berjalan di pematang basah
sejuk senja dan hembus angin masih terasa
membasahi jengkal langkah kakiku
masih di antara kawanan berderu
melihat langit semburat di ujung Barat
mendengar suara berbisik di kedua ujung telingaku

sudah lama aku ingin berjalan dalam pematang basah ini
mendengar riak-riak syahdu suara-Mu
terlambung nyaring dari mulut kanak-kanak
bak zabur malaikat di gereja tua

menyusuri kelokan berlipat di pematang berumput hijau
dan basah kakiku masih menyusur tepian air beriak

"Oh Tuhan betapa bahagianya aku di tempat ini"


-----hatiku berpijar bersama zabur senja----


Tuesday, August 11, 2009
Untukmu!
di ujung tepian berundak
menghitung langkah timpang
menghalau biru tak bertuan
mengalir senyum terkulum

ah....senja cemerlang
berteman cahaya semburat di ujung barat
bertepi keemasan
mengundang hasrat takjub
pada sang Empunya langit

"tidak pernah aku sebebas ini"


---phila081109---