Wednesday, July 29, 2009
Menghitung bintang
Senja terasa sempurna
saat kuberdiri menantang cakrawala
tegap berpijak pada batu pualan
dan memandang ke bulan setengah telanjang

Sudah lama aku tidak menghitung bintang
sejak kutinggalkan tempatku berpijak
sejak kuhapus pesan-pesan tak bertuan

mungkinkah bintang-bintang telah lenyap
bersembunyi di balik awan gelap?

ah......seandainya aku tahu ada apa di balik bintang-bintang!


(tetaplah menjadi bintang di langit - Chicago072909)


Monday, July 27, 2009
Solilokui 13
tanahku takkan lagi retak
oleh kering kemarau kerontang
dan terik mentari siang
saat perlahan titik-titik air basahi bumi

ah....telah basah!
merekah
bungaku tak lagi layu

lihat batu-batu kali di ujung jalan
daun-daun di pinggir taman
tak lagi meratap
semua tersenyum

saatnya mengharap sang senja berkata-kata
dan memeluk kepastian pagi hari!

---Milwaukee072709---


Friday, July 24, 2009
Berkatalah dan Ejalah Kata!
berkatalah dan ejalah kata dengan senyum
dan tebarkanlah bak mantra di kala senja
karena kata menjadi sapa,
hidup dan bernyawa
melaju deras merasuk
berdiam dalam lubuk hati
menghapus kesiaan harap

berkatalah dan ejalah kata dengan hati
dan tebarkanlah bak biji buah delima
pada humus tanah basah
hingga guyur hujan menumbuhkannya
menjadi pohon-pohon rindang
menghapus kenaifan harap

berkatalah dan ejalah kata dengan budi
dan tebarkanlah dengan seribu yakin
pada hati sang empunya jawab
hingga tanda menjadi nyata
menjadi kepastian pagi hari
menghapus kenihilan harap

masa merentang singkat
janganlah penantianmu sia-sia

----karena DIA memberi jawab dalam senyum, hati dan budi-----


Sunday, July 19, 2009
Sapa di balik jendela
Kadang aku menutup rapat-rapat
jendela-jendela bisu di depanku
membukanya pelan
dan membiarkan sapa-sapa segar berselancar

maafkan atas sapa tercecer
atas kata yang lenyap
aku tak bisa memanggilnya kembali
karena bingkai jendela yang tak lagi utuh!

aku telah membukanya
dan aku akan menutupnya!

percayalah jendelaku takkan kututup
sebelum kata akhir terpahat!

(asal aku gak lupa lho...)


Saturday, July 18, 2009
Senang melihatmu kembali
Senang melihatmu kembali
di tengah senja berkabut
di sudut kota Milwaukee

Aku tak akan bersyair lagi dalam kata-kata langka
yang tak pernah kaumengerti
aku hanya ingin menyapamu
dengan kata sederhana

"akankah kau mainkan lagi refren lagu lama
yang tak pernah berhasil engkau hafal itu?"

(please jangan suruh aku mengingatnya...ha...ha...ha...)


Wednesday, July 15, 2009
Solilokui 12
menapaki senja berpeluh
dikeremangan kota angin
di bawah temaram lampu jalanan
dan gerak lalu lalang roda

langkahku melaju deras
hingga solilokui diri berpentas
"Aku harus percaya
bahwa aku sudah cukup bernazar
untuk sambut mentari pagi
dan diam di sudut dunia yang jauh"

aku berjanji....
tuk tinggalkan kisah biru hari kemarin!


---hydepark071609---


Monday, July 13, 2009
Maafkan aku
Maafkan aku atas hilangnya sebuah nama dari dinding bertulis ini
Untuk sebuah kejujuran yang keluar dari kalbu terdalam
Karena sebenarnya tarian jari-jarimu membuat lebam mata hatiku
dan menembus pedih pori-pori rasaku
aku telah menghilangkannya

Maafkan aku atas lenyapnya sajak-sajak indahmu di dinding bertulis ini
untuk deretan kata-kata semanis madu atau sepahit empedu
karena sebenarnya ia telah menjelma menjadi prasasti maya
dan mematri erat imagiku
aku telah menghapusnya

Maafkan aku atas hilangnya semua sapa yang ada di dinding bertulis ini
untuk deretan tanya dan jawab terungkap
karena sebenarnya ia telah terbungkus dalam bahasa misteri
dan mengikat kuat ketersembunyian diri
aku telah mengeyahkannya

Maafkan aku.....


Saturday, July 11, 2009
Kata-kataku telah lenyap!
sebenarnya kata-kataku telah lenyap
hilang tertelan badai maya
terserap sosok misteri
yang tak pernah kumengerti

aku lelah
aku berpeluh
oleh nanar mata sayu
oleh kerontang senyum semu

tetaplah maya
tetaplah semu

agar aku mampu mengeja kata lelah!
dan menggenggam kembali asaku yang retak!


Wednesday, July 08, 2009
Percakapan senja 2
Ayah, aku mengingat kata-katamu saat ini
saat pagiku penuh tanya
saat senjaku penuh tawa
saat malamku penuh mimpi

"Anakku
ingatlah saat aku memanggulmu dibahuku,
saat aku melemparkanmu ke langit tinggi, engkau tertawa kegirangan, karena engkau percaya lengan-lengan kuatku takkan relakan engkau terhempas ke tanah! Aku takkan melemparkanmu kembali anakku karena engkau bisa melakukannya sendiri. Terbanglah tinggi anakku, selagi sayapmu masih perkasa, selagi mimpimu masih membara!"

Ayah...
sayapku tak juga merentang
mimpiku kembali menghantuiku
hatiku membatu karena kisah di hari lalu

"Anakku,
bersihkan hatimu dari dendam tak bertuan
ulurkan kedua tanganmu dengan tulus
karena IA tahu isi hatimu anakku!"

Ayah...
aku telah melakukannya mengulurkan dan membuka tanganku dengan tulus, seperti yang IA minta
tapi tanganku terasa hampa Ayah, karena tak juga kudapat kata-kata bermakna.

"Anakku,
sayapmu telah terbentang, terbanglah
karena di sanalah makna itu berada!"

Ayah....
aku hanya ingin dengar lagi
kisah raja bijak Sulaiman dan hamba Siti Maryam
juga kisah Isa Al-masih dan kata-kata bijaknya

"Anakku,
Tidurlah hari menjelang larut malam...
percayalah esokmu akan kembali terang!"


----hydepark070809!-----


Friday, July 03, 2009
Jalan Berkelok
Sejengkal jalan berkelok itu jangan kau penggal
dengan tajamnya pisau berduri
atau dengan kapak bertanduk
biarkan mengalir berkelok

karena sebenarnya kita sedang berjalan
dalam kelokan yang tak pernah lurus
hanya saja kita nikmati setiap kelok dan lekuknya
sambil berharap datangnya asa tak disangka

sebenarnya ada sejuta tanya
tentang kelok dan lekuk jalan ini
mungkinkah sengaja kita menciptakannya
atau ada karena mimpi-mimpi liar tak bertuan?

ah....seandainya aku tahu dari semula!