Tuesday, June 30, 2009
Madah Siang
Aku ingin memandang-Mu lebih dekat di hatiku
mendengar bisik lembut dan sapa hangat-Mu

Aku ingin mengatakan semuanya kepada-Mu
tentang kebebalanku di hari lalu
saat hari-hari mencobaiku

jangan biarkan aku jatuh lagi
dengan hati dan pikir terjerat
ulurkan tangan dan lengan kokoh-Mu
alirkan tenaga berlipat
agar aku lari cepat
mengejar langkahku yang tertinggal

Tuhan,
kepada-Mu aku percaya
karena Engkaulah saksi
pencatat kisah biru sang pengembara!


Tuesday, June 23, 2009
Solilokui 11
Aku tidak menemukan kata-kata yang hilang dari pikirku
semenjak cakap terakhir kita di suatu siang
kata-kata tentang kisah sang malaikat
kata-kata tentang getar hati di lubuk terdalam
kata-kata tentang sang pengembara di padang belantara hidup

aku tidak pernah dapat memandangmu dengan mataku
karena cahayamu yang memancar
seterang mentari siang

karenanya aku akan diam
dan menemukan rentang masa
sampai aku mampu mengeja kata pengakuan!


Monday, June 22, 2009
Gosip 3 - coretan senja di bawah rindang pohon angsana!
aku tidak akan membiarkan goresan dinding ini berkarat
meski aku pernah menyimpannya di ruang gelap
aku akan membiarkannya lepas liar
skenario tak bertuan dalam plot tak beruntun
karena panggung sandiwara telah dibuka lebar
dan babak baru menanti pentas

dari balik layar terkembang
sang pengembara tertatih berayun
sorakpun riuh rendah terdengar
di atas panggung yang mulai goyah

ah..cerita telah tercipta
dan aku lupa

sebaenarnya aku sedang bercermin
pada kaca benggala retak!


Thursday, June 18, 2009
Meretas rasionalitas Golput
Setelah sempat menjadi polemik panas menjelang Pemilu, sampai-sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram bagi Golput, isu Golput kembali mengemuka. Banyak orang salah sangka bahwa Golput dikategorikan sebagai kemalasan partisipasi publik dalam arena demokrasi. Golput berarti orang tidak menyukai pilihan politik yang tersedia dalam pemilu dan memutuskan untuk tidak berpartisipasi. Keputusan untuk tidak berpartisipasi sungguh didasari oleh pemahaman komprehensif tentang: pertama, kemampuan para calon pemegang pemerintahan maupun mereka yang sedang berkuasa dan kedua cara pemilu dilaksanakan. Mereka melihat pihak yang berkuasa maupun para calon-calon legislatif sebagai orang-orang yang tidak mampu membawa perubahan. Para golput ragu dan tidak yakin juga dengan mekanisme pemilu yang mereka anggap tidak mampu melahirkan orang-orang kredible. Jadi ketidakyakinan dan keraguan akan perubahan ke arah yang lebih baik menjadi pemicu utama Golput.
Tentu saja Golput menakutkan bagi para pemegang kekuasaan karena hasil pemiu kemudian menjadi lemah dalam legitimasi tidak merepresentasikan kehendak mayoritas warga.

Kalau Golput dimengerti demikian maka Golput punya makna positif yaitu menjadi katalis untuk perbaikan sistem yang ada atau menjadi koreksi sistem yang kita anut. Golput dalam dengan demikian sangat rasional karena merupakan pilihan sengaja berdasarkan pemahaman yang kritis dan komprehensif atas calon dan sistem yang berlaku. Golput dengan demikian juga bentuk lain dari partisipasi publik namun berada "di luar jalur resmi", karena ia tidak masuk dari bagian kanal resmi (partai-partai politik) yang ditentukan. Bukan berarti saya pendukung Golput tapi menurut saya Golput bisa menjadi kekuatan yang berarti bagi perbaikan sistem. Hal ini menunjukkan bahwa pemilih semakin bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap pilihannya.

nah....inilah rasionalitas Golput di Pilpres nanti!
Pertama, jika kita Golput di Pemilu yang lalu sebaiknya juga Golput di Pemilihan Presiden. Karena bagaimana mungkin kita memilih Presiden yang dilahirkan dari orang-orang yang kita anggap tidak memiliki kemampuan? Seklai golput tetap golput!

Kedua, kalau di Pemilu yang lalu kita berpartisipasi maka sebaiknya kita memiilih dan tidak Golput di pilpres nanti. Mengapa? Karena dengan memilih di pemilu, dengan sistem yang berlaku kita sebenarnya sudah tahu kira-kira siapa yang akan maju di pilpres nanti. Dan orang-orang yang ada sekarang adalah pilihan kita juga!

Ketiga...ehm...terserah deh! he...he...he...


Monday, June 15, 2009
BBQ
tak pernah lepas
senyum dan tawa renyah
seiring asap putih merayap
dan api menjilat

tak pernah hilang
cerita di balik hangat membubung
tawa di balik selera menggugah

ah....kapan kita BBQ-an lagi?


Wednesday, June 10, 2009
Perjalanan menuju kampus!
terngiang menggema
irama SanSa di telinga
mengalir ke pori-pori tubuh
Bethoven, Vivaldi, Bach

langkah pagiku tegap di petak-petak jalanan
menghambur di bawah pohon-pohon tegak
memandang ke bangunan berbaris rapi
berpacu bersama riuhnya roda-roda berjalan
ketika mentari memulai tarian magisnya

sambut wajah-wajah cerah
di antara deret kursi melingkar
kembali kudengar suara serak di balik mimbar
"let's discuss this serious matter guys"

Yes! I'm ready!

semalaman aku telah siapkan refren ini!


Sunday, June 07, 2009
Gosip 2
Hadirnya yang lepas
liar menyelimuti pori-pori pikir
takkan kembali ke mula
ketika singgah di bilik bibir merona

mengapa engkau tidak lagi ramah
pada kisah nyata yang bergulir?
mengapa engkau tak lagi bersahabat
pada setitik nyata yang remang?

percayalah
ini bukan syair cinta
atau romantisme semu
bukan kisah cinderela di balik jendela
atau kisah biru sang pengembara

ini hanya sepenggal kesah
sang pemilik hati yang terluka
oleh liarnya bibir merona

ini hanya sepenggal resah
yang singgahi nurani
saat nyata tak lagi tergenggam erat

percayalah
logika takkan lari
dan nyata takkan membisu
sebelum mewujud dalam kesejatiannya!

(hydepark060709)


Friday, June 05, 2009
menghitung hari (lagi)
Kawan ada saat yang tidak pernah kita harapkan, tapi menyapa kita secara tiba-tiba. Kita simpan segala cerita dan kita peram sampai tiba saatnya ketika kita berbagi kisah lalu.Tapi demikianlah kita tercipta dalam kefanaan, waktu telah menempatkan kita pada titik nol dan menariknya ke lintasan ketakberhingaan. Mari kita menghitung hari-hari kita, saat keterulangan menjadi nyata. Aku berjanji teman, saat itu kita akan tertawa dan bercerita betapa waktu telah mencipta ada kita!

"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian hingga kami beroleh hati yang bijaksana" (Mzm 90:12)


Tuesday, June 02, 2009
Solilokui 10
Mungkin aku terlalu banyak bercerita
tentang madah pagi di redup sang dian
tentang amarah sang penikmat hari di pagi buta
tentang tragedi sang mentari di siang hari
tentang roman sang rembulan di waktu senja
tentang nanar mata sang peri di malam sunyi
tentang kisah biru dan durja di musim dingin
tentang mimpi sang pengembara di padang masa
tentang kisah prematur cinderela di balik jendela
tentang misteri sang pemilik wajah bundar dan mata sayu

Ah....andai tiba waktuku
untuk tarik kembali kata-kata yang tertumpah
mungkin aku akan merangkainya kembali
dalam tata baris yang saling bertaut
agar ia tak liar menyerbu sang aku!