Saturday, May 30, 2009
Aku menemukannya kembali!
Aku menemukannya kembali!
Share
Saturday, May 30, 2009 at 8:52am | Edit Note | Delete
Aku menemukanya kembali
lembaran lalu yang tak kunjung lusuh
tempat berjejal tarian jariku
di antara ribuan jawab dan selaksa mengapa

Aku menemukannya kembali
lembaran kekinian yang berpendar
tempat bertarung tarian pikirku
di antara ribuan asa yang menjelma

Aku menemukannya kembali
lembaran masa yang tak kumengerti
tempat bertaut tarian mimpiku
di antara rimbunnya ketidakpastian hidup

Tuhan,
Jari-Mu memahat keberlaluan
Sapa-Mu menyulam kekinian
Janji-Mu merenda masa depan

(hydepark053009)


Saturday, May 23, 2009
Dunia milik kita semua
-----untuk pengamen jalanan di deru-debu Jakarta----

dunia milik kita semua kawan
bukan hanya milik mereka
teruslah bernyanyi
meski dengan suara sumbang
meski dengan ritme kerontang

dunia milik kita kawan
bukan hanya milik mereka
teruslah daraskan syair-syair cinta
meski di balik lusuh baju berenda tak berlengan
meski di balik tatap mata mengambang
meski di balik bibir kering berhimpit

dunia milik kita kawan
bukan hanya milik mereka
tetaplah menatap tegak
meski senyum tak lagi kau dapat
meski sapa halus menjadi kian mahal

karena jauh di sana harap tak pernah padam
karena keringatmu adalah kehidupan!


jakarta021409


Thursday, May 21, 2009
Gosip 1
kehadirannya tak pernah diharapkan
memenuhi telinga dan menggertak hati
membara bak api dalam sekam
dan menjelma menjadi berontak amarah

kehadirannya meninggalkan luka
bagi sang empunya cerita
kedirian lenyap oleh gelap
oleh kata-kata hampa

seandainya dia tertahan dalam hati yang dalam
seandainya dia tinggal dalam sanubari
dan menjadi santapan pikir kita sendiri
maka ia tetaplah cerita rekaan atau roman picisan

ah....gosip!


Wednesday, May 20, 2009
Kopi pahit pagi ini
Terasa pahit di bibirku
kopi pahit berbuih pagi ini
hangat menjejal di ujung lidah
tak juga bukakan mata sayu ini

mengingat sekejap kisah di balik kopi
ritmenya tak pernah usai
rasanya tak pernah berubah
hanya kisah yang menjalar tak rela pergi

kutambahkan gula biar manis kopi pahitku
kutiup pelan biar terasa hangat kopi pahitku
kuaduk-aduk biar merata kopi pahitku

---semoga---

pagiku takkan sepahit kopiku!


Tuesday, May 19, 2009
Nostalgia 2
menapaki jalanan sempit di ujung gang ini
sembari menghirup udara nan sejuk membelai
kembali aku ke suatu masa silam
saat-saat mengakrabi alam di negeri mimpi

tentang indahnya kisah bersama yang bergema
tentang kesejukan hati yang berbalut damai
tentang mimpi sang pengembara yang mewujud
tentang rindu sang pewarta yang menggebu

semua membekas erat
semua terpahat lekat!

ah....mimpiku tidak selamanya ilusi!

milwaukee051909


Monday, May 11, 2009
Kota Angin!
menatap langit gelap dan daun-daun layu
mencecap derap angin berhembus
terbayang wajah-wajah kusut
menghujat sang alam yang tak lagi bersahabat

---come on---

kota anginku sayang
jangan kembali ke masa usang
karena diri ini lelah berbalut sang dingin

(ehm....kapan aku bisa bilang "it's nice weather, isn't it?)


Celoteh Jiwa untuk Sang Ibu!
Sulaman cinta yang kau taut
Melengkapi hiasan sutra hidupku
Jendela-jendela kasih yang kau buka
Mengizinkan kumasuk, menari dalam hatimu
Pintu-pintu maaf yang kau gelar
Membuatku kembali berbinar menatap sang asa

Rangkaian kata yang kau alun
Senyum tulus yang tersimpul
Tatap matamu yang lembut
Menjelma menjadi mantra doa yang indah

Adakah untaian kata terindah yang pernah terdengar selain bisikmu di suatu malam ketika mata mengatup tiba.
Adakah nyayian termerdu yang pernah terlantun selain dari bibir manismu ketika duka merasuki jiwa anakmu.
Adakah petuah bermakna yang selalu terngiang di pikir dan hati selain dari hatimu yang lembut saat ragu menelimuti jiwa anakmu

Ibu,
Senyummu adalah mentari pagi
Hangat memeluk kala aku memulai hari
Kasih sayangmu adalah lukisan hati
Goreskan kenangan dalam sunyi sepi

Ibu,
Gendang usang rinduku telah lama di tabuh
Dawai baktiku tak sabar tuk segera di petik
Adakah kesempatan bagi kita tuk berlabuh?
Walau terlihat bagi kita hanya ada satu titik

Semua kau berikan karena ketulusan
Semua kau berikan karena cinta
Semua kau berikan karena harapan

Ibu celoteh jiwa ini kembali terngiang saat kuingat sapamu:
“Hai anakku tataplah ke depan,
Karena cintaku, harapku untukmu seorang!
Dalam doaku namamu kusebut!


Putaran hari!
Aku ingin menatap ke depan
ke sebuah titik bernama target
mengincarnya jauh-jauh
tak kan lepas kau dari tatapku

jam lima sore
menjadi hitungan berbalik
ah...senja telah sambutku

akan kubuka cendela kamarku
biarkan angin semilir menerobos masuk
ah.....segar!

aku takkan sesali lagi
putaran hari yang tidak pernah menjadi 48 jam!


Sunday, May 03, 2009
enam dawai gitarku!
memang tidak seberapa jauh
dari jangkauan tangan ini
namun tak kuasa aku memainkannya

Enam dawai gitarku
terasa fals pagi ini
ada yang bernyanyi semalaman

ah....aku bermimpi lagi!


Friday, May 01, 2009
Kisah Cinderela di balik Jendela!
Ada yang tersisa dari kisah cinderela di balik jendela
sesudah keberlaluan sang peri dari peraduannya
tentang nazar yang terlanjur terucap
yang tak pernah terlupakan

kisahnya tak pernah berlalu
tak pernah melesat seperti diimpikannya
saat tertidur di malam kelam

batas hari yang berbeda
batas waktu yang berbeda
ciptakan fatamorgana
saat bayang sang peri menghampirinya

harinya takkan berubah
hadirnya tak pernah berubah

hanya rindunya kian mengharu-biru!