Thursday, January 29, 2009
"Membentangnya mimpi takkan lenyap ditelan ombak karena kamu adalah batu karang". Entah berapa kali kamu mengatakannya kepadaku. Juga diwaktu lalu dan aku akan selalu mendengarnya. Inilah saat yang kunanti-nanti saat bercakap denganmu dari kedalaman hati. Aku akan bersimpuh di depanmu dan mengatakan setiap gejolak hati ini. Ayah...aku telah katakan kepadamu tentang mimpi sang pengembara!
Terima kasih atas cakap kita malam itu atas kata-kata bijakmu!
Terima kasih Ayah! I love you so much!
Saturday, January 10, 2009
Ah...kamu lagi! Hadir bersama gerimis senja adalah takdirmu tapi hari ini aku bernazar untuk tidak memberimu tempat di pikirku. Sejak hari kemarin sang hujan tak lagi tampak dalam wajah semestinya, ia hanya menjelma dalam titik-titik kecil. Dan aku bosan berdiri di beranda ini menatap wajah sang senyap! Maafkan aku, pikirku tak lagi bersahabat senja ini!
Aku akan baik-baik saja!
Thursday, January 08, 2009
Jogja memang beda!
"Pulang ke kotamu ada setangkup haru dalam rindu, masih seperti dulu tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna" (KLA Project - Jogjakarta).
Dan ...kau masih sama seperti tahun-tahun lalu: ramah dan bersahaja! Sejak sejam yang lalu aku berdiri di depan beranda ini dan sapa dan senyummu terus menghampiriku.
Dan...aku kembali ingat akan hidup dan indahnya menjadi manusia yang telah hilang di negara antah brantah sana.
Terima kasih Jogja atas sapa dan senyummu!
Sunday, January 04, 2009
Pulang kembali nikmati ramahmu yang tak pernah punah ditelan masa. Aku akan berjalan menyusuri kembali lorong-lorong tua itu kembali dengan cerita baru. Juga kuatnya rengkuhan bentengmu, dan lembutnya sapa di setiap sudutmu akan melunakkan hatiku yang beku. Dan aku bawa cerita tentang kisah sang pengembara di negara antah brantah, cerita lalu. Mungkinkah aku akan berharap lebih dari mimpi-mimpiku ataukah kau telah mengubur mimpi itu jauh di relung hatimu? Aku berharap kembali sebagai seorang ksatria seperti kau ceritakan dalam episode yang lalu.
aku datang!
Saturday, January 03, 2009
kurindu hadirmu malam ini
tuk gantikan malam yang kian berdebu
ah....sapa di setiap sudut wajahmu
senyum di setiap jengkalnya
membuatku merangkai sejumput harap
kurindu hadirmu malam ini
tuk lenyapkan sepi yang menjelma
tuk sempurnakan hening tak bertuan
dan bintangmu semarak di angkasa
aku akan datang menghitungnya!
Thursday, January 01, 2009
Terima kasih atas cakap kita pagi ini. Aku yakin engkaulah utusan sang Khalik yang mencintai terang dan berharap akan berakhirnya kegelapan. Aku sengaja memanggilmu dalam sepi pagi ini untuk mendengar kembali kata-kata bijakmu. Aku tidak akan lupa akan kisah bunga mawar di taman yang indah, kisah orang-orang yang menyirami dan memupuknya. Sang mawar pun berkembang dan berbunga indah, sangat indah sehingga setiap orang ingin memetik bunganya. Yah....biarkan orang memetik mawarmu tapi jangan biarkan mereka mencabut akar mawarmu". Bunga mawar tidak akan mati bila dipetik bunganya tapi binasa bila dicabut dari akarnya.
Terima kasih atas cakap kita pagi ini. Ah....engkau telah masuk ke ruang hatiku dan membacanya dengan tepat, "Biarlah mawarmu dipetik tapi jangan biarkan bunga mawarmu tercerabut, jangan biarkan orang mencabutnya karena kematian adalah kata akhirnya". Benar sekali...kamu memang luar biasa!
Terima kasih atas cakap kita pagi ini! Aku menunggu cakap-cakap pagi selanjutnya!
(janari012009-cempaka putih)