Ehm…..it’s just amazing to find my old friend again through Internet. I was struck when I found an email address in a web. I was sure I know her. She must be my old friend in middle school several years ago. She’s been staying in my mind since my first meeting with her after finishing my junior high school. So with courage and curiosity, I sent an email asking her if she was my friend. I was right, she replied right away and the conversation started when she added me to join in YM. She knows me and remembers me! Unbelievable! (not to boast I was smart when I was in middle school….he..he…) See how small the world is! When Anthony Giddens describes our world today as “runaway world”, I would agree with him. It is a world with no longer border for time and space are compressed in such way so they are no longer hindrance for our lives. I was happy to chat with her, to share our experience and recall our memory of what we went through. Thanks for chatting this evening may God Bless you my friend!
Sunday, January 27, 2008
Saturday, January 26, 2008
Semalam aku ikut acara para student Afrika. Yah aku diundang temanku Christine seorang African American untuk nonton movie "Blood Diamond". Acara dimulai pk 7 dengan potluck, nonton dan diskusi. Terus terang semula aku "tidak punya cukup nyali" nonton movie jenis beginian. Setelah nonton "Hotel Rwanda" aku sepertinya kehilangan keberanian untuk menonton film yang berlatar Afrika dan bertema kekerasan. Aku benci kekerasan. Kekerasan telah membuat aku berpikir dan berefleksi lebih jauh tentang apa nature atau hakekat manusia. Selama ini aku menyakini bahwa nature manusia adalah citra Allah, ada sinar kebaikan yang terberi dalam diri manusia. Tapi citra baik manusia itu menjadi hancur berkeping-keping dalam rentetan tragedi kemanusiaan: holocaust, genocide, terorisme, manipulasi dan abuse. Benarkah citra baik manusia itu bisa terkubur oleh sisi negatif yang mewujud secara kolektif dan struktural. Kalau sisi buruk manusia adalah hanyalah satu diantara sisi-sisi lain yang dimiliki manusia, mengapa sisi ini sedemikian kuat dan menguasai dunia? Bagiku memahami kekerasan sangat sulit dan dalam konteks Afrika selalu membuat saya sedih dan marah, mengapa orang bisa berbuat sedemikian buruk. Alasan-alasan seputar konspirasi Barat, konflik interest atau sejarah perbudakan dan eksploitasi tidak memberikan jawaban yang puas.
Di tengah situasi demikian datanglah seorang penulis skenario dan sutradara dari Holywood. Mereka membuat cerita sedemikian hidup dan menjadikannya tontonan bagi kalayak ramai dengan pesan yang menurut aku "tidak jelas" antara entertainment dan awareness. Aku bisa bilang "masa bodoh" tetapi hati nuraniku berontak tidak bisa diajak untuk berpikir demikian. So Afrika kemudian menjadi sumber inspirasi untuk sebuah skenario bertema "tragedi kemanusiaan". Pendapatku ini tidak berarti meminimalisasi efek positif penceritaan ala Holywood, bagaimanapun juga mereka perlu di appreciate atas kerja keras mereka untuk membuat cerita tentang Afrika didengar oleh dunia.
Kembali ke tema movie. Semalam aku mengumpulkan kekuatan untuk melihat kembali kekerasan di layar. Yah...sesekali aku menutup mata waktu adegan pembunuhan terjadi, aksi pemotongan tangan, aksi penembakan brutal, anak kecil yang di brain wash untuk membunuh. Aku tahu kisah kekerasan di Sierra Leone Afrika dari kesaksian seorang rekan yang bermisi di sana dalam bukunya "Running for my life". Rekan aku ini bahkan sempat dimintai pendapat oleh penulis skenario Blood Diamond tentang gambaran kekerasan di sana. Mungkin yang terjadi lebih sadis dari yang digambarkan. Aku juga baca buku tentang Holocaust di Rwanda juga kekerasan Poso di Youtube. Oh....my God!
Dari diskusi aku bisa melihat reaksi dari rekan-rekan dari Afrika. Ada kemarahan, ketidakmengertian dan depresi. Mereka kembali mempertanyakan eksistensi mereka kembali dengan senuah pertanyaan mendasar "mengapa kita saling bunuh?" Seorang rekan dari Kenya misalnya tidak mengerti mengapa negaranya menjadi sedemikian brutal. Teman dari Kamerun menyatakan ide bagus "kembali ke Afrika dan jangan biarkan orang mencuri harta di sana". Ide brilian muncul dari Vanessa seorang African American dia bertanya secara kritis "who tells the story?. We have our own stories but we keep silent, we never tell our stories!" Aku setuju dengan Vanessa, orang Afrika harus bercerita tentang kepahitan itu, karena mereka yang mengalami. Pengalaman aku berteman dengan orang Afrika, kesannya sangat jarang mereka berbicara tentang negara mereka. Mereka menyukai film-film action ala Holywood, kisah-kisah fiksi yang hanya dalam mimpi.
Malam itu akhirnya aku menonton "Blood Diamond" dengan cara pandang yang berbeda!
Friday, January 25, 2008
Akhirnya selesai juga J-term Acts of the Apostles. Aku baru saja menyelesaikan semester pendek, kuliah hampir sebulan penuh di bulan Januari. Pergantian tahun 2007 ke 2008 agak unik terlebih karena aku menyambut tahun 2008 dengan retret. Setelah retret aku bisa menghela napas sebentar dan J-term siap menyambut. Aku ambil kuliah malam dari jam 7.00 pm s/d 9.45 pm. Kuliah ini harus aku ambil sebagai bagian kuliah master, kalau aku mau selesai tepat waktu. Wah repot banget kuliah malam, dinginnya setengah mati. Sudah hampir tiga minggu suhu di Chicago di bawah nol celsius. Bahkan weekend kemarin drop sampai -20F. Lima belas menit di luar waktu suhu di bawah nol sangatlah tidak sehat tapi apa boleh buat aku melakukannya tiap malam. Syukur akhirnya bulan yang penuh siksaan ini berakhir meskipun aku harus nulis tugas akhir. Tadi siang aku ikut interview untuk CPE (clinical pastoral education) di summer depan. Interview lancar karena aku sudah siapkan diri dengan baik. Tahun 2008 ini banyak rencana besar dan sepertinya aku menjadi semakin siap dengan berbagai transisi dalam hidupku. Selalu ada alasan untuik bersyukur atas rahmat Tuhan yang berlimpah.
Wednesday, January 16, 2008
Januari 2008, waktu cepat sekali berlalu. Tidak terasa sudah di tahun 2008. Banyak alasan untuk bersyukur kepada Tuhan atas segala rahmat dan berkat-Nya yang melimpah. Bermula dari kembalinya aku ke Amerika untuk menyelesaikan studi, terasa bahwa tantangan demi tantangan telah membuat hidupku semakin berkembang. Setiap hari aku belajar tentang kehidupan mengolah cipta dan karsa. Setiap hari aku belajar memahami betapa uniknya kehidupan ini. Memang belajar tidak pernah usai selama aku masih hidup. Aku bersyukur juga atas sedemikian banyak teman yang mendukungku, yang mendoakanku selalu. Mereka adalah malaikat-malaikat utusan Tuhan untuk meyapaku supaya aku lebih sadar akan kehadiran-Nya dalam hidupku. Tuhan tiada henti memberi kejutan setiap saat. Aku semakin diyakinkan bahwa Ia menuntun dan menggendongku supaya aku tidak sesat. Terima kasih Tuhan!
Monday, January 14, 2008
Saturday, January 05, 2008
Friday, January 04, 2008
2008 is here and I am here too! Aha....new year is always surprising for me in the sense that I have different experience each year. I guess this year will be a special moment for me. This is my third year in the US, for my study. This year too I will make a very importance decision in my life: being a consecrated person to God. Learning from previous year, I get to know that physically and spiritually I have changed a lot. Physically I am getting bigger (not to say overweight or even fat...he..he...he). Spiritually, I have experienced the ups and downs of being faithful to my God. The God that I believe is the God of Jesus Christ who loves humanity. The more I use my mind the more I get stuck and I have to admit that I can't put God in my mind. God is bigger than what I can imagine and think!
Tuesday, January 01, 2008
Wow .... 2008 è qui. E 'incredibile! Grazie a Dio per la grazia sorprendente che ho ricevuto per l'intero anno 2007. La mia risoluzione per il 2008 è quello di essere fedeli. Voglio davvero essere un uomo che ha organizzato pensare prima di fare qualcosa. Ha ha ha ... ... ... Io sono un grande procrastinator. Il mio studio è bene ho appena ricevuto il mio primo grado. Wow .... è davvero sorprendente ho fatto bene il mio lavoro. Sono fiducioso che in realtà ho solo bisogno di lavorare duramente per essere migliore. La mia preghiera di oggi: "Dio onnipotente accompagnare la mia vita e ad essere con me così che mi benedica che sarò in grado di conoscere la tua volontà". Dio mi rende un modo, quando sembra che non vi è alcun modo. Ciao 2007 e benvenuto 2008!




