Friday, September 28, 2007
Thanks be to God for his marvelous grace bestowed on me particularly in my difficult moment. The problem is still there (is it a problem?) but so far I have been able to be still and know. I was so overwhelmed. I was trapped in a stage where I became so vulnerable. I was sure the only way to manage it is to be familiar with it, acknowledge it as part of my being and then let it go. Dealing with such a feeling, I have been brought to a very deep reflection on what life is all about and what my vocation really means. I can’t hold those two things together. Both are good. In that kind of experience (ehm….what experience?) I do believe that God keeps telling me what to do. And God does tell me that the best thing I have to do is to follow my heart, my conscience. Very often, I close my ears purposely and try to walk alone and say to God, “Please keep away from me, let me alone”. The more I keep doing that to God the more I am powerless. I can’t live without YOU, GOD almighty!
Don’t play with fire, it will burn you, my father used to say that! Ehm….once a while it’s OK. How can I know what fire is if I never touch it? The problem is that sometimes I am not even aware that I am playing with fire or perhaps I’m the fire itself (what am I talking about?). What happened with me is that I let the fire burn me. I enjoyed its warmth and I just realized when it really burned me!
Thanks for being part of my life and thanks for being honest. I really appreciate it, without me you'll be OK (tanpa aku kau kan baik-baik saja......ceile). Thanks for letting me fly to the firmament reaching my whole being. Come to me again as a dove, bringing peace and compassion! I’ll keep you in my prayer!
Thursday, September 20, 2007
Lupakanlah saja!(Ehm.....seolah melupakan adalah kerja aktif diri subyek yang disengaja. Melupakan hanya kata lain "jangan mencoba mengingat" dan itu bukan jaminan bahwa si obyek tidak akan tampil dengan sendirinya di ingatanku).Kamu telah memberinya harapan!(Ah...harapan? Aku kira harapan di sini hanyalah misintepretasi atas sebuah perbuatan baik. Toh setiap perbuatan memiliki intensi, bisa positif dan negatif. Mengapa perbuatan baik harus selalu diartikan sebagai "memberi harapan"?)
Kamu telah melangkah terlalu jauh!(Mungkin....)Tuhan jangan biarkan aku hangus oleh manisnya mantra!
Monday, September 17, 2007
Kapan kita akan ketemu lagi? Kapan kita bisa nikmati bersama secangkir kopi dan teh kesukaanmu? Kapan kita main badminton lagi lalu buat mie malam-malam ketika mata tidak mau terbuka lagi? Kapan kita kembali menikmati riuhnya downtown Chicago, makan di Thai restaurant, menikmati ice cream di Ghirardelli?
Kapan kita bisa kembali cerita tentang kisah-kisah unik kita (aku suka frase kamu yang satu ini "menunda mengatakan kebenaran"...he...he..) lalu menertawakannya? Kapan kita bisa kembali berdiskusi tentang kehidupan, Tuhan, teologi atau remeh-temeh seputar artis?
Kawan....selamat jalan! Doaku menyertaimu!
(eh...aku tetap mencintai biru!!!!)
Aku tidak takut sang malam, aku hanya tidak mengharapkan kehadirannya. Karena ia akan menegur dan menggodaku kembali: menegur kebebelanku kadang atau menggoda kebodohanku.
Janganlah kamu datang bersama sang malam ketika kelam mulai menyeruak!
Saturday, September 15, 2007
Malam ini ketika kutelusuri kembali jalan berkelok tak berujung yang kita lalui, aku ingat akan sebuah janji tak terucap waktu lalu. Janji yang telah lewat tertelan waktu itu telah menjadi setitik asa bernyawa. Mengapa engkau tetap memeliharanya? Mungkinkah kau mengingatnya sebagai prasasti kepastian?
Malam ini aku mencoba tidak bermimpi. Aku telah bosan kemayaan dirimu yang membawaku jauh ke angkasa kepada rembulan, bintang, awan.
Mauhkah engkau mengerti?
Thursday, September 13, 2007
Kata jujurmu hempaskan aku dalam keraguan. Ia telah menjebakku dalam perangkap rasa. Aku tenggelam dalam kekelaman!
Aku berpikir semalaman: "Mungkinkah aku mengulangi skenario lama, membingkaimu kembali dalam ruang imajiku?
Biarkan aku terbang tinggi bidadariku!
Monday, September 10, 2007
Aku jatuh cinta pada lirik lagu ini. Sepertinya sesuai dengan tema blog aku "waiting for the dawn". Aku ingin menyanyikannya kapan dan di mana saja! Ehm....
CINTAMU SPERTI FAJAR
ketika 'ku hadapi kehidupan inijalan mana yang harus 'ku pilih?'ku tau 'ku tak mampu'ku tau 'ku tak sangguphanya kau Tuhan tempat jawabankuaku pun tau 'ku tak pernah sendiris'bab engkau Allah yang menggendongkutanganMu membelaikucintaMu memuaskankuKau mengangkatku ke tempat yang tinggiJanjiMu s'perti fajar pagi haridan tiada pernah terlambat bersinarCintaMu s'perti sungai yang mengalirdan 'ku tau betapa dalam kasihMu
Friday, September 07, 2007
I just came back from Indonesia. My two and a half-month-vacation was ended and now I have to be ready to start my deadly semester I've ever had. Ehm....my vacation was great. It's just amazing. I met so many people, families, relatives and friends. But I changed my mind for some reasons. I didn't travel a lot. My parents wanted to see me longer...he....he. Having been with my families is the precious moment for me. I love my dad, mam, brother and sister. I can be so natural in front of them. Once my mom told me when I woke up late in the morning "You never change you are still the same! And...my philosophy of that day was "Of course I'm still the same here I am". We both were laughing! The coming of old friends surprised me. They were different from the time I saw them before. Oh my gosh! I had the chance to meet my former students, they were great! Guys.....thanks for your love and support. I will never forget your kindness.
Now I'm in Chicago the windy city. Physically I'm here but a half of my mind is still in Indonesia. It's difficult to let it go. While the professors were terrorizing me in the first class I was drawn in an old memory remembering....(censor)! Aha...I have to be familiar with this kind of feeling. Please forgive me......he..he..he....he..
Sunday, September 02, 2007
Maafkan aku,
Kepastian fajar pagi telah usang oleh keraguanku. Tak mungkin kujalani kehidupan tak bertuan. Tak mungkin lagi kuberpaling pada jalanan terjal yang telah terlampaui.
Maafkan aku,
Api telah menyala dan membakar diri ini. Mungkinkah kau biarkan aku hangus karenanya? Tahukah kamu semalaman aku termangu menunggu tarian magismu berakhir?
Maafkan aku,
Aku tutup lembaran tak berjudul ini. Biarlah cerita kita berakhir prematur.
Maafkan aku…….
Saturday, September 01, 2007

I fall asleep.....


My messy room!