Saturday, April 28, 2007
Ini cerita tentang keindahan dunia maya. Jujur saja aku belum pernah tertipu di dunia maya. Yah.....mau nipu aku mau dapet apaan? He...he...he...Tapi terus terang "ketidakrelaanku" untuk mempublikkan segi privatku mengantar aku pada kisah unik. Aku menggunakan nama samaran yang sangat berarti bagiku. Karena alasan yang sangat pribadi lebih baik aku dikenal dengan nama samaran aku. Tetapi semakin aku menunjukkan kepolosan berpikir toh beberapa orang mengetahui siapa sebenarnya aku tanpa perlu aku menceritakannya. Weleh....kapan nih ceritanya!
OK deh...ceritanya aku kenal seseorang nan jauh di sana lewat guestbook sebuah web. Dari sekedar kirim-kiriman pesan lewat guestbook sampai akhirnya chatting. Chattingnya pakai YM with voice sehingga aku bisa mendengar suaranya. Hampir setiap Rabu sore aku chatting dengan dia sambil mendengarkan radio online. Kita kirim-kiriman lagu. Wow asyik benar. Tahu nggak...topik paling hangat yang sering kita omongkan? Cooking! Yes...COOKING! Kita sama-sama suka cooking. So kisahnya kemudian menjadi lucu dan mengasyikkan. Yang aneh lagi...kita chatting pakai Bahasa Jawa ngoko....(bahasa Jawa untuk percakapan dengan teman sebaya). Sudah lama aku tidak ngomong bahasa Ibu aku ini so dengan dia aku kembali terasa ke kampung halaman. Oh ya...dia tinggal di Belanda, orang Jawa dari Suriname. Jadi bahasa Jawanya juga kadang beda sedikit....terasa lucu kalau nggak saling mengerti. Kalau sudah begitu biasanya kita ngomong Inggris terus switch ke Jawa lagi. Pokoknya mengasyikkan. Pernah suatu ketika kita ngomongin tentang nama sayuran. Wah dia tahunya dalam bahasa Belanda......trus tahu nggak? dia beli sayuran tersebut di foto terus dikirim ke aku. Terus dia juga banyak share resep masakan!
Bagiku dunia maya menyajikan keindahan tersendiri. Aku mengalami pengalaman friendship yang mengembangkan hanya karena sebuah hoby yang sama COOKING!
Moral dari cerita:
"Hobby positive mangantar friendship yang positif"
Thursday, April 26, 2007
Wednesday, April 25, 2007
Wah aku kembali ke tema ngeblog nih setelah sekian lama tidak membicarakannya. Membaca blognya Kak Tina aku tergoda untuk kembali menganalisa fenomena “bohong” dalam dunia maya. Mungkin sebagian dari kita pernah tertipu di dunia maya. Prosesnya biasanya terjadi ketika kita terlalu mudah percaya kepada orang. Kita percaya lalu “menyerahkan” sebagian dunia privat kita dan akhirnya kita terjebak di dalamnya. Tidak salah memang untuk mempercayai orang lain tapi terlalu naif juga jika kita secara serampangan mempercayai orang apalagi kita belum pernah ketemu. Post terdahulu saya “yang maya harus menjadi nyata” sangat relevan menjelaskan fenomena tersebut. Fenomena penipuan di dunia maya bukan hal baru lagi. Seperti pernah saya ulas di post sebelumnya dunia maya bisa dipandang sebagai bentuk alternatif baru dalam hubungan intersubyektif manusia. Hubungan ini tidak menuntut banyak presensi dari subyek-subyek yang terlibat. Teknologi ikut membantu kita meluaskan jangkauan kita dalam menyapa orang. Dunia maya bisa dipandang juga sebagai upaya instant orang jaman sekarang untuk menikmati “bentuk-bentuk keterkejutan yang nikmat” dalam berelasi. Letak kenikmatan hubungan maya justru pada ketidakpastiannya dan fleksibilitasnya. Bagi sebagian orang kehadiran tidak begitu penting. Bagi sebagian orang kehadiran bisa menggelisahkan karena menuntut tanggung jawab. Istilah sosialisasi harus direkonstruksi ulang, tidak lagi menuntut kehadiran individu-individu tangible lagi, tapi lebih pada jaring-jaring relasi yang tercipta karena interest yang sama.
Kembali ke bahasan semula mengapa orang menipu di dunia maya? Misalnya menipu dengan menciptakan karakter rekaan yang seolah sempurna dan memenuhi kriteria sang mitra maya. Pendapat saya adalah ada yang salah dengan personality orang tersebut yaitu fenomena low self-esteem. Dunia maya menjadi tempat paling aman bagi mereka yang memiliki low esteem. Mengapa? People with low-esteem biasanya tidak membuat pembedaan yang jelas antara “who I am” and “what I do”. Aku adalah apa yang aku lakukan. People with low-esteem bisanya tidak merasa nyaman dengan apa yang ada dalam diri mereka. Untuk bisa diterima oleh orang lain akhirnya mereka membuat karakter rekaan yang seolah sempurna, sesuai dengan gambaran yang mereka idamkan. Celakanya karakter rekaan itu diklaim sebagai “sang aku”. Karakter rekaan itu merupakan “karakter impian” – I should have been like this one! Karakter rekaan itu akhirnya membuat orang-orang dengan low esteem menjadi nyaman. Tapi kenyamanan itu sebenarnya “semu” karena mereka tidak pernah menjadi diri mereka sendiri. Sebenarnya mereka sedang berbohong bukan saja kepada orang lain tetapi juga kepada dirinya sendiri.
Nah….hati-hati dengan teman maya yang terlalu banyak cerita tentang dirinya, terutama yang menyangkut how perfect I am….he…he….
Masih akan berlanjut…….
Sunday, April 22, 2007
Tahukah Engkau bahwa aku pernah mencoba mengurung-Mu dalam kata-kata filosofisku? Dan semakin aku mencoba menangkapmu dalam pikirku semakin Engkau lepas dan menghentakkan aku. Tahukah Engkau bahwa aku pernah membuangmu jauh ke alam sana? Tapi hanya kegersangan dan kekeringan aku rasakan. Tahukah Engkau bahwa aku pernah ingin Engkau menjauh dariku? Tapi saat itu juga aku merindukan-Mu!
Terima kasih Tuhan atas misteri kejadianku!
Ecce ego mitte me!
Wednesday, April 18, 2007
Tuesday, April 17, 2007
Konon puisi adalah bagian dari si “aku” yang merepresentasikan lebih utuh diri sang penciptanya. Aku meyakini bahwa puisi sanggup merangkum bukan hanya apa yang aku pikirkan, apa yang aku rasakan tetapi juga siapa aku. Letak kekuatan puisi adalah keterbukaan pada interpretasi sang pembaca: kamu bebas menginterpretasikannya dan interpretasi kamu sah. Waktu menulis puisi, aku harus menyatukan keseluruhan diriku dan merangkumkannya dalam kata-kata yang kadang mengalir begitu saja. Ketika aku menulis puisi aku telah mencipta “aku” yang lain, “aku” yang merdeka, “aku” yang telah bercerita banyak dan kadang “aku’ yang “telanjang”.
wow....
Friday, April 13, 2007
Kekasih hujanku,
Hujankan rindu ini
Hingga rintiknya menabur sendu
Berjarak malam dan meruang senjaBidadariku,
Tunjukkan gemulai indahmu
pada gemerlap bintang-bintang
pada redup semburat sang rembulan
pada sejuk sang hujan
pada semilir angin malamHujankan rindu ini
Sampai basahnya merenggut resah
Berbatas angan dan menggoda mimpiBidadariku,
Kepak sayapmu sajikan kekal
terbang bersama abadi kita
Kembali ke keesaan mulaHujankan rindu ini
Hingga terasa begitu gigil
Deras basahi kering kalbuBidadariku,
Sambut kembali gempita sang ingat
Lupakan sedan lama kita
Hujankan rindu ini
Kuyupkan sukmaku
# Dan kita bisa bermain hujan bersama lagiMenarilah bidadariku
hingga senja menjemput ada kita
# Kita menari lagi di bawah rintik hujan tengah malamShe Devil - Lelaki Hujan
Wednesday, April 11, 2007
Pentas kita telah usai
Skenario kita telah musnah
panggung kini tak berpenghuni
senyap tak bertepi
tinggal plot tak beruntun
dan tragedi telah menjadi akhirnyapercayalah kita ada karena kita telah menciptakannya
Friday, April 06, 2007
Ketika sampai pada ketiadaan
Nihil dalam hatiku
Kosong dalam pikirku
Buram dalam mimpiku
Hilang dalam asaku
Merana dalam jiwaku
KAU yang tak pernah lepaskan aku
KAU yang ikat kuat hatiku
KAU yang murnikan pikirku
KAU yang menghias mimpiku
KAU yang nyalakan asaku
KAU yang hidupkan jiwaku
Tanpa KAU aku bukan siapa-siapa!
(dingin di pagi hari St.James Wabash)
Thursday, April 05, 2007
Congkak merayu ingat
Lindap dalam genangan mimpiSesaki kapiler asaku dengan ingin
Sayap renjana tersobek
Sadarku nafikan wujudnya
Namun degub itu masih ada
Tetaskan bulir-bulir rinduimagi hadirkan ingat
merayap senyap
hadirkan keutuhan naluri
janjikan kehadiran nyata
degub itu masih ada
tetaskan bulir-bulir rindu
Dan di sinilah aku
Absurd menengok waktu
Terbelenggu imaji lalu
Dengan kunci terbuangkembara sang budi
menembus ingat sang imagi
bingkainya semakin nyata
dalam lubuk rapat tersimpanAdakah masa
Ketika bebas benar jadi anugerah?
Bukan sebuah kutukan
Yang kembali ketika rapuh itu menjelmamenembus ingat kita
adaku adalah keniscayaan
adamu adalah afirmasi
tiada negasi di keduanya
Ini Masaku
Bisakah masamu menjauh dariku?Ini ingatan kita
mungkinkah kita ada tanpa aku dan kamu?