Saturday, March 31, 2007
Ghirardelli 2



Mengapa engkau membisu
ketika kecamuk sang murka membara
membakar kefanaanku?
Mengapa engkau membisu
ketika keangkuhan nestapa ini
singkirkan ceria hari-hariku?


Cakap tak usai kita
Tinggalkan kisah prematur
Tinggalkan iota membentang
Ehm….senja itu tak akan pernah terulang!


Friday, March 30, 2007
GHIRARDELLI 1
Ghirardelli 1

Memutar sang lalu
Membingkai sang kenang
Menjadi kekinian di ujung mata
Masih ingatkah kamu pada sebuah senja
Ketika sang angin menyapa
Ketika sang salju menyerbu?

Cerita itu kembali terngiang
Berputar dalam iring sang tawa
Berpacu dalam iring sang waktu
Ehm….seandainya aku bisa memutar kembali waktu!!


Wednesday, March 28, 2007
Sang Aku
SANG AKU

Buluh telah lantak
Terhentak ego yang meraja
Lepaslah sudah ikatan tak bertonggak
Tinggal kepingan sang lalu

Cerita kita kini tak bertuan
Lusuh termakan ngengat masa
Kisah kita kini tak berbekas
tinggal nisan tak bernama


(I am sorry, I am in this world not to live up to your expectation)


Tuesday, March 27, 2007
Andaikan Engkau Datang (Ruth Sahanaya - She Devil) - Aku Datang (Lelaki Hujan)
Terlalu indah dilupakan
Terlalu sedih dikenangkan
Setelah aku jauh berjalan
Dan kau kutinggalkan*


Perputaran telah kembali pada nol
Tak ada lagi jejak menuju ketersilaman
Hanya langkah menuju keterasingan
Kurasakan pedih berdegup hidup
Meregang sempurna akan sebuah kepergian
Lalu ambigu temukan jalan menuju hati
Dan kembali sesatkan kedamaian


Sebuah awal yang tersembunyi
Lahirkan resah
Resah merindu perjumpaan
Saat temukan kembali dua kutub yang tercerai
Bidadariku perjumpaan kita bukan mimpi
Kedamaian kita bukan maya


Betapa hatiku bersedih
Mengenang kasih dan sayangmu
Setulus pesan kepadaku
Engkau kan menunggu

Buhul ini terurai dalam kesilaman
Namun belitannya mengakar
Tinggalkan lebam tak juga pudar
Membekas luka
Merupa lupa
Menyerpih rindu
Harap sekarat dalam khayal tak tuntas
Berikan janji terikat pada kekosongan
Kecewa ini demikian meranggas
Lapar akan adamu yang pergi
Keberanjakan percuma


Kekinian dan ketersilaman
Bagian dari lintasan kehidupan
Bukankah telah kita lukiskan lintasan itu
Dalam garis tangan kita?
Andaikan engkau datang kembali
Jawaban apa yang kan kuberi
Adakah jalan yang kau temui
Untuk kita kembali lagi


Ini adalah jawaban tak tertanya
Menggumpal menjadi empedu
Pahitnya tersesap oleh ingatan
Bahkan saat euforia kaburkan hampa
Setapak ini tak akan pernah sama
Begitu juga jiwa - jiwa ini
Selama dendam masih racuni nafas kita
Dan 'selamat tinggal' melekat di ujung lidah
Lalu apakah pergi adalah jawaban terbaik?

Litani derita telah tutup katub kebermaknaan
Mengapa kepahitan menjadi refren hidupmu?
Mengapa kegelapan menjadi kata akhirmu?
Telah padamkah nyala sang dian
Yang pernah terangi kebersamaan kita
Telah lenyapkah jejak-jekak kita
Dalam semak alienasi?

Andaikan engkau datang kembali
Jawaban apa yang kan kuberi
Adakah jalan yang kau temui
Untuk kita kembali lagi


Keterpenuhan adalah mimpi
Kalbuku menjerit pada malam
Sepi menuju orgasme tertingginya
Dan pulang hanyalah kesemuan belaka
Wacana yang tak akan pernah terejawantahkan
Khayalan dari kegilaan akan cinta
Tak juga tuntas
Bahkan semakin tak waras
Segila pencarian tak berujungku
Pada rumah yang tak akan tertinggali


Realitas sajikan makna
Mimpi telah menjadikannya indah
Sementara dongeng adalah aksesorisnya
Bidadariku mari sambut pagi
tanggalkan kisah dan kayal semu

Bersinarlah bulan purnama
Seindah serta setulus cintanya
Bersinarlah terus sampai nanti
Lagu ini kuakhiri


Kapankah keterselesaian menghampiriku seutuhnya?
Aku sudah lelah menjadi setengah
Dan berselisih jalan dengan takdir


Bagunlah bidadariku dari mimpi burukmu
Pagi tela menyapa hadir kita!



* Andaikan Engkau Datang Kembali by Ruth Sahanaya


Sunday, March 25, 2007
Menjalin Ingat (She Devil) – Ruang Rindu (Lelaki Hujan)
Pada malam munculkan hantu lalu
Ruang sempit ini kungkung imaji
Haruskah sembah terhadap ingat kuhaturkan
Karena sesungguhnya helaian itu sudah terobek
Sisakan repihan membaur dengan angin

Ruang rindu yang tercipta kemarin
Masih sisakan semburat berkat
Haruskah requiem iringi setiap hadirnya
Karena kekerdilan maya itu telah lenyap
Tinggalkan keutuhan bertuan

Aku sudah letakkan laut
Pisahkan raga kita beratus kilometer
Tapi bisikanmu tetaplah sampai
Senandungkan rindumu
Namun remukkan inginku untuk lepas

Setiap jengkal jiwa terhubung
Oleh lilitan asa membubung
Saat-saat nyanyian kita berkumandang
Mengikat kembali fragmen yang retak
Meyambung kembali asa yang lepas


Friday, March 23, 2007
Nocturno Blast (She Devil) - Fatamorgana Blast (Lelaki Hujan)
Nocturno.
Ledakan besar. Bunuh sang peri waktu. Hingga tak ada lagi serat serat waktu yang terkait. Pilu lindap dalam genangan kenang. Biarkan semua musnah. Hanya senyap mengisi kekosongan tertinggalkan. Tapi lenyapkanlah saja. Biar kita ruangkan jarak di antara keberadaan yang saling menghapus ini. Sebelum jiwa kecil itu kembali ledakkan semesta. Kebodohan yang sia-sia. Dan kembali terikat pada perbudakan sukarela akan keinginan.

Fatamorgana.
Rentang sang waktu antara ada dan menjadi. Rajutannya menyimpan seribu misteri. Misteri yang tak pernah terlupa, terikat erat dalam serat ingat. Raksasa sang jiwa dalam tarian abadi, meliuk-liuk menghamparkan realitas semesta dalam kebermaknaan. Ia telah menjadi arche, keberadaan dan kemenjadian, pencipta sang ruang dan waktu.

Nocturno.
Bara berkeletik. Meloncat dari satu ranting pikir ke ranting pikir lain. Terentang jalan antara tujuh menuju pada nol. Kekariban melingkar menuju keasingan. Di satu titik semua berhamburan. Keterjagaan akan ingat ternafikan. Setan setan liar berkerumun. Tertawa terbahak pada tumbukan terjadi. Lahirkan dendam jelma jadi iblis penghuni jiwa. Haruskah kubunuh atau kubiarkan saja? Karena mereka adalah buah persatuan benci kita.

Fatamorgana,
Kreasi budi menyeruak, melampaui mimpi sang kembara. Ia adalah kenihilan, ketiadaan semu. Kembali ke titik alpha adalah kebermulaan, awal dari sebuah ketakberhinggaan yang mengejutkan. Biarkan sang waktu menari dalam rentangnya. Biarkan sang ruang berdendang dalam gapaiannya. Tarian dan dendang sang malaikat mengantar sang kembara ke peraduan makna.


Nocturno.
Merangkak menuju pagi. Diam yang akan bawakan makna jauh lebih berrharga. Lebih baik daripada caci terbungkus ketakutan. Lihatlah rapuh itu demikian besar. Biaskan retak retak kecil di sisi kalbu. Sanggupkah ikatan yang kau hamba bertahan. Ketika ketersinggungan sekejap pada lalu goyahkan pijakan pada kini. Tumbuhkanlah benak di rongga kosong itu. Agar tak lagi hati menjadi pikir dan panah tak bermata menancam tajam pada titik yang salah. Lalu kita bisa berjabat tangan mengucapkan selamat tinggal.

Fatamorgana
Senja sangkakala, logika keindahan yang tak terbantahkan, kekelaman yang mendebarkan. Menunggu pagi adalah asa, ketika kita bersapa dalam sahaja dalam keyakinan sang ada. Taklukkan segala takut tak bertuan dan senyap tak bernyawa. Kita masih dalam ada dan menjadi, menerobos ruang nihilisme, lenyapkan bayangnya. Perjumpaan adalah keniscayaan, ketika adaku adalah adamu dan menjadiku adalah menjadimu.

Nocturno.
Aku akan menjemput matahariku.
Biarkan malam tetap menjadi malam.
Dan mengungkungmu di sana.
Menjadi perhentian terakhir akan kata ‘kita’.

Fatamorgana.
Aku akan menjemput matahari kita
Lewati sang senja usang
Dan menunggumu di sana
Nikmati makna yang tak berkesudahan



Nocturno Blast (She Devil) - Fatamorgana Blast (Lelaki Hujan)


Wednesday, March 14, 2007
Obidience!
Jesus said “Blessed rather are those who hear the word of God and obey It” (Luk 11:28). When I was reflecting on this passage, I was surprised why Jesus said like that to those who praised his mother.
Perhaps, we wonder why Jesus looked like deny the blessedness of Mary, his mother. We know that in the canticle of Mary it is stated “All generations will call me blessed”. Did Jesus reject the truth of the blessing Mary pronounced? Actually, Jesus did not deny that reality. Instead, Jesus adds to Mary’s words by pointing to the source of all-true blessedness and happiness that is union with God. Jesus never passed up an opportunity to help people move to a higher truth that the true happiness or true blessedness is the union with God. Yes there were those who criticized him and those who idolized him. So Jesus uses both criticism and praise to be an opportunity to lead people to greater truth. The real blessing does not have to do with the physical ties to Jesus. We are truly blessed if we hear and obey God’s word. Obviously, those who hear the word of God and obey it are blessed. And Mary is the first person who hears and obeys the word of God. She said “yes” to the word of God and did it.

We were made for God and our hearts are restless until they rest in him. Those who follow Jesus Christ and who seek the will of God enter into a new family. I am here because of that reason, because I seek the will of God. The Word of God therefore unites me in the new family, the Xaverian community. Jesus changes the order of relationships and shows that true kinship is not just a matter of flesh and blood. Our Baptism transforms all our relationships and requires a new order of loyalty to God and his kingdom.

Three years ago, I read one story from Our Daily Bread about the life in the USA. It is said that there are more than 300 clinics for people who have problem to sleep (insomnia) and they spend $200 million every year because of insomnia and problem of snoring. Anyway, sleeping is very important so they try to figure out how to sleep well. It is said also that we spend 30% of our lives to sleep. In average, we sleep seven or eight hours a day. Considering that situation, some people from one denomination then count and discuss about how many hours they spend to take care their spiritual life. The conclusion is no more than 30 minutes. Afterward, they make a kind of commitment called “HIS WORD THE LAST WORD” meaning before sleeping the Word of God should be the last word.

I think that is a nice way for them to commit themselves to incarnating the word of God in their lives.

I think we can do that. Make our lives blessed by following the word of God, by making the word of god as our bread of life. And Mary is our example. So we can learn from Mary.

We ask God to let us know the Joy of God’s presence and increase our hunger for God’s word. May we always prefer God’s will over our will and seek to please in all things.


Monday, March 12, 2007
I miss you!
I miss you all, I'm looking forward to seeing you again next summer. I just miss our togetherness that somehow I consider as the happiest moment in my life. We used to live in the same community, working, praying, playing, studying together. Wow....I hope you're OK, always doing the best as usual and don't forget to tell me your stories as soon as we meet. You know I plan already our trip........(censor!)

For all my friends (Hebri, Agung and Kadek) - Servants of God!


Saturday, March 03, 2007
procrastinator!
"Insight usually comes up in the last minute" and the more I affirm that statement the more I am trapped in it. Then I would say that is my way, don’t even try to tell me what I should do. I like this way, and I’m comfortable with it. Now I become aware of that tendency. I’m a great procrastinator. I’ve been full of doubts about this bad habit: Can I change myself? Or is it better not to discuss it anymore? Usually I postpone doing my assignment until I am overwhelmed by it. I am sure I will be able to finish all my assignments “in the last minute”. Unconsciously, I have formed my self in that wrong paradigm. For sure, by doing it so often, it will be part of me and I hate this part of me. So far, I’ve been doing well, I mean I am able to submit all assignments on time. But I worry now since the next step is getting harder. Can I live in this habit forever? What is missing in procrastinator is the absence of “process”. Process is a continuity of becoming of how thing comes into being. Everything goes through process, that's the natural law. Ehm..perhaps I know it in my mind but not in the action. During this Lenten Season, my abstinance is "being an organized man". Hopefully I will be able to overcome my bad habit. Last year I did the same thing, ehm...only lasted no more than one month then I fell into the same habit.
This morning I spent time to read some books which basically no correlation at all with my assignment. I just wanted to keep away from my required readings. I was thinking I still have two more days so nothing to worry about. Just relax and enjoy the readings on religions and sociology! I need to convince myself that being organized man is better in pursuing my goal. Let me work hard on it.