Aku tiba di New York hari senin pk. 7.30 eastern time. Penerbangan Chicago New York ditunda dua jam akibat cuaca buruk. Berangkat pk. 04.15 dari Midway airport. Wah...masih lelah banget waktu berangkat setelah selama seminggu bantu-bantu di Milwaukee. Anyway aku harus berangkat hari itu juga bersama Valery. Tiba di La Guardia NY sudah agak gelap. Berbekal peta, aku keluar dari bandara. Sykurlah ada sign di pintu keluar jalur Bus M 60. Dan....dua menit kemudia Bus pun meluncur dan berhenti persis di depanku. Aku langsung naik ke 125 street. Semua terasa begitu mudah. Dan memang kemudian segera setelah turun dari Bus nampak train station di depan mata. Tanpa basa-basi langsung deh ke target utama Train no. 2 turun di 3th Av 149 street. Ehm....ada intermezzo di sini seorang bocah African American mendekati menawarkan MTA (train) Card. katanya sih masih baru ada 12 bucks di dalamnya. Aku disuruh beli dengan harga 10 bucks saja. Ehm...biasanya aku sangat hati-hati tapi setelah diyakinkan bahwa memang di dalamnya ada 12 bucks yah...akhirnya kuterima (sialan kemarin kucoba kartu itu nggak berfungsi jadinya aku ketipu 10 bucks....semoga itu anak diberkati Tuhan dan diluruskan jalannya ha.ha...ha..). Di train station kembali datang seorang hispanic tanya tujuanku ke mana. Mungkin dia tahu kalau aku sedari tadi melototin map New York. Kali ini aku malah curiga. Ehm...akhirnya aku tahu dia baik hati menunjukkan tempat yang aku tuju. Semoga Tuhan memberkati dia dan keluarganya.
Syukurlah...semuanya berjalan sesuai skenario. Meskiupun aku terlambat tiba di shelter. Kesan pertama begitu menggoda. Komunitas suster Missionaris mother Teresa menyambutku dengan senyum ramahnya. Sr. Maximiliana dan Sr. Nazareth dengan senyum khasnya mempersilahkan aku. Ada John dari Malaysia, Jerry dari Texas dan David dari Spain menyambutku dengan penuh kegembiraan. Aku merasa sudah begitu lama ditempat ini. Tidak ada yang asing lagi, aku kembali lagi....welcome my friend!
Hari pertama di Bronx sangat menyentuh hatiku. Malam itu aku tidur, sangat nyenyak dan mungkin tidur paling nyenyak yang pernah aku rasakan. Pagi bangun dengan penuh semangat. Nyanyian para Suster di tengah Misa mengantar aku ke sebuah pengalaman batin mendalam. Tuhan menyentuh setiap pori tubuhku. Yah...aku bersujud di hadapan-Nya kali ini dengan suasana lain. Komunitas ini menampakkan cinta kasih sejati kepada mereka yang papa dan hina, doa, karya menghiasi kehidupan mereka. Mereka terasa sebagai orang yang paling menikmati hidup. Hidup mereka menjadi sedemikian berarti.
Just let you know that I struggle a lot to post this one. I went to the public library and then reserved the Internet.....so please wait for the next story!