Monday, June 26, 2006
hiatus!
HIATUS FOR A WHILE
I'm in New York!


Thursday, June 22, 2006
Why do we love soccer?
Why do we love soccer? At some deep level the reason is that good soccer is beautiful, and it’s difficult, and the two are related. A team kicking the ball to each other, passing into empty space that is suddenly filled by a player who was not there a couple seconds ago. Every player has to run, jump, head the ball. It is a combination between accuracy, speed, power, attention, grace, muscle, athleticism, and precision. Wow…how it is hard to describe, it is even harder to do, but it does have a deep beauty, a beauty hard to talk about and that everyone watching a game discovers themselves, a secret thing, and this is the reason why soccer still sinks so deeply into us: because it is so beautiful. Brazilian players have those two things. They play a beautiful game even though it is difficult. I think no country tries as hard as consistently to play beautiful soccer as Brazil. Once again soccer is not just a game. It’s an ideological thing as well. That is why Brazilian players are so loved, of course not in South America where people have their own team to be supported, but by almost everyone else in the world. A great soccer fans usually have two teams, first their own and Brazil. It is the only favorite that’s a favorite.


Wednesday, June 21, 2006
Milwaukee!
I’ve been in Milwaukee since two days ago. I came here to help Alfredo for the mission festival that is going to take place in June 24-25. I spent the whole day with physical work, organizing a lot of stuff such as benches, tents, stage or even rummage sale. We have a very convenience garden around the house with a shrine and the station of the cross in front of the house. Here in the USA people really get involved in this kind of event especially during summer. I remember last year we got a significance number of money from rummage sale. People donated things to be sold and then people came to get good stuff. I am amazed with their enthusiasm to attend the festival and enjoy everything. I think this is part of the American culture, the opportunity to see each other. Summer is always the best time to relax and enjoy life. I myself want to take advantage helping others as well as doing exercise.
I was so busy last semester, I worked hard, now it’s good for me to put my books down and take a breath. There is a reason to do that; I just got the result for my classes. It’s amazing I’ve never thought I would get a very good result since I knew I had some demanding courses last semester. I mean all my courses obliged me to read a lot of articles and books. Every week I have to submit one assignment. I did well. I feel confidence right now to move to the next step. For next semester I am taking four courses. One of them is so demanding which is Greek. Honestly, I am not good in language but I have to take Greek and Hebrew for my master program. And then I have to master one more language besides English. Perhaps I will take Spanish class in the University of Chicago. Here Spanish is the second language, so it will be useful for me to take it. Actually I used to learn Italian but I never use it anymore.
Well, I hope the festival is going well and I have to get prepared for the summer camp. In June 26 I am going to New York and Philadelphia.


Tuesday, June 20, 2006
Frater Ngeblog? Ya! Frater juga manusia!
Ehm….setelah lama berpikir akhirnya aku putuskan untuk posting tema yang satu ini. Ide muncul dari Bang Upar teman baru di blog. “Frater ngeblog?” hanyalah satu dari sekian banyak ungkapan “setengah tidak percaya” yang ditujukan kepadaku. Anak-anak Jakarta manggil aku “frat! atau fraaaaaaatttttttt!! (sambil teriak)” mereka adalah mantan murid-murid dulu di SMU 36 Rawamangun Jakarta, atau anak-anak Putra Altar di Paroki. Kalau di Jogja dan Surabaya orang biasa manggil aku “terrr”. Nggak terasa sudah hampir sembilan tahun aku dipanggil “frat” adan “ter”. Aku semakin terbiasa dengan panggilan itu, aku sangat menyukainya.
Kembali ke tema “frater ngeblog” aku ingat kisah ketika aku masih di Jakarta. Waktu itu aku tidak potong rambut selama tiga tahun. Alasannya praktis saja, aku punya tugas pelayanan dengan para buruh di Tangerang. Setiap Sabtu-Minggu harus ke Tangerang naik Bus lewat terminal Senin turun di Cimone. Bus Senin-Cimone itu terkenal banyak copetnya. Nah dengan penampilan sangar, rambut gondrong kayak preman, tentu copet atau preman harus berpikir dua kali kalau mau beraksi. Orang pun komentar “frater kok gondrong!” (sambil geleng-geleng kepala) Kemudian aku potong habis rambut alasan praktisnya tugas di Tangerang sudah selesai, ngirit shampoo, (kalau tidak mandi biar nggak ketahuan, terutama kalau terlambat bangun….he..he….). Sialan! Orang pun komentar “frater kok gundul…” trus masih ditambahin lagi “ngikut trend ya?”. Aku suka nyanyi sambil main gitar. Apapun lagunya aku suka dari dangdut, klasik sampai campur sari. Aku suka nyanyi lagunya Sheila on 7 (terutama Sephia dan Sebuah Kisah Klasik), orang pun komentar “lagi jatuh cinta ya?”.
Suatu ketika aku jalan-jalan di Mall Cempaka Mas mau beli CD jadinya browsing gitu. Eh ..kebetulan ketemu salah satu umat dari Paroki Paskalis Cempaka Putih. Dia tanya “frater suka ke Mall ya?” (dalam hati memang nggak boleh?) Aku suka Bola. Dulu sih pernah bercita-cita jadi komentator sepak bola, tapi karena banyak saingan trus nggak jadi deh. Lebih baik jadi komentator independen…he..he. Tapi aku tidak pernah memandang sepakbola sebagai sekadar permainan. Romo Sindhunata banyak memberi inspirasi bagaimana belajar religiositas sepakbola. Banyak nilai-nilai hidup di dalamnya. Bahasa kerennya membantu orang untuk duc in altum….melihat lebih dalam. Tapi orang bilang “kamu lebih cocok jadi komentator bola”…he…he. (kena lagi).
Aku suka ngeblog. Mulanya hanya kebetulan. Ketika aku tiba di Amrik, aku mulai mengenal Internet. Dari google aku bisa cari apa saja. Sebuah nama muncul di benakku lalu kutulis di google dan…….muncullah sederet nama. Lalu aku klik satu-persatu hingga aku menemukan sebuah nama. Ehm….ia sama sekali bukan orang yang kumaksud, aku pun tidakl kenal dia! Tapi aku suka tulisannya. Dari situlah aku kenal yang namanya Blog! Dari hasil coba-coba lahirlah blog ini. Isinya masih sederhana karena aku masih ragu tentang yang privat dan publik. Dari blogwalking aku menilai orang berbagi ruang privatnya sedemikian intimate bagai tiada jarak lagi, saling menyapa dan bersua. Sungguh asyik! Aku kira aku bukan satu-satunya frater yang ngeblog ada yang lain lho. Tapi orang bilang “frater ngeblog juga ya?.

Untuk semua pertanyaan di atas jawabannya adalah “frater juga manusia”


Friday, June 16, 2006
BOLA II
Gol itu terlalu cepat! Kalau saja Gol kedua Belanda tidak terjadi pasti akan lain ceritanya bagi Ivory Coast. Salut sama Ivory Coast meskipun kalah tapi mereka pulang dengan kepala tegak. Tentu penonton akan menilai kehebatan mereka memainkan Bola, ketika memaksa sebelas pemain Belanda bertahan. Tidak diragukan kehebatan para pemain dari Afrika ini. Mereka bermain cepat, drible bola mengagumkan dengan kecepatan tendangan yang luar biasa. Gerakan para pemain di kotak penalty membuat degup jantung para penonton terasa berhenti. Sampai pertandingan usai skor 2-1 untuk Belanda. Tapi itulah sepakbola, selalu ada unsur X yang bermain. Unsur X di sini hanya untuk menjelaskan betapa complicatednya sepakbola. Wasit sebenarnya orang yang paling berkuasa dan ikut menentukan unsur X dalam sepakbola. Keputusan wasit mutlak ketika pertandingan berlangsung karena para pemain sepakat memberikan sebagian kebebasannya pada satu individu yang satu ini.Wasit bertanggung jawab kepada publik,artinya krediblitas dirinya terletak pada setiap keputusan yang dibuatnya. Tatapan publik merupakan batas kebebasan wasit. Tapi batas itupun nampak semu ketika pertandingan berlangsung. Tengoklah Maradona di tahun 1986 yang menggunakan tangannya untuk mencetak gol. Wasit mensahkan Gol itu karena keputusan wasit adalah mutlak. Wasit bukan pemain tapi ikut bermain. Wasit memang manusia yang bisa membuat kesalahan, tapi "kekuasaannya" dalam permainan menjadikan dia harus berusaha sempurna. Dalam pertandingan Ivory Coast vs Belanda beberapa kali wasit membuat keputusan kontroversial, salah satunya memberi kartu kuning kepada Didier Drogba, ketika mencoba menghindari benturan dengan kiper Van der Sar. Semua tahu ketika orang berlari dengan cepat tentu tidak bisa berhenti mendadak. Benturan kemudian menjadi keniscayaan. Anehnya wasit memberi kartu kuning kepada Drogba yang artinya "kamu tidak boleh main di pertandingan berikutnya". Ivory Coast seolah ditakdirkan untuk pulang lebih awal, mereka ada di group maut bersama dua jagoan dunia sepakbola, Belanda dan Argentina. Negara-negara Afrika datang ke Piala Dunia dengan berbagai permasalahan, baik finansial maupun keaman dalam negeri. Mereka adalah negara-negara miskin yang terus memiliki gejolak. Sepakbola kemudian menjadi cara memperoleh kehidupan lebih baik. Kesebelasan Togo misalnya pelatihnya sempat "ngambek" soal pembayaran gaji. Atau Ivory Coast sempat diragukan bisa berlaga di Piala Dunia karena situasi negara yang masih berkecamuk antara pemerintah dan pemberontak. Konon sepakbola diharapkan menjadi jembatan perdamaian antara pemerintah dan pemberontak. Bandingkan misalnya dengan negara-negara lain yang berlimpah dengan uang bonus kalau menang. Arab Saudi misalnya menjanjikan sejumlah uang kepada para pemainnya jika maju ke babak kedua.
Jagoan saya kalah lagi!


Thursday, June 15, 2006
BOLA
Saya suka sepakbola. Piala Dunia adalah momen yang paling saya tunggu dan saya tidak mau kehilangan satu pertandingan sekalipun. Minggu-minggu ini saya habiskan di depan layar TV menonton siaran langsung sepakbola. Sungguh mengasyikkan menyaksikan setiap momen yang berlalu orang bertarung dan mengatur strategi untuk memenangi pertandingan. Dua puluh dua orang memiliki target yang sama memasukkan si kulit bundar ke gawang lawan. Tidak perlu aturan yang rumit, dan setiap orang tahu apa yang harus diperbuat. Sepak Bola memang telah menjadi hiburan bagi banyak orang.
Sepakbola bagi saya bukan sekadar hiburan. Ia mengajarkan banyak hal kepada saya. Tengok saja hingar-bingar Piala Dunia 2006. Tim-tim dari kelima benua datang dengan sebuah mimpi menjadi juara. Bukan sekadar prestise tapi pengorbanan, kebajikan, kecerdikan, strategi dan nasionalisme bercampur-baur. Tengok saja hari ini Erickson pelatih Inggris mengatakan bahwa kesabaranlah yang membawa kemenangan bagi Inggris melawan Trinidad-Tobago. Tim Inggris berjuang mati-matian dari menit awal. Setiap detik menjadi moment yang penting. Para pemain frustasi ketika usaha mencetak gol tidak berhasil. Segala daya dan upaya dapat dimentahkan pemain lawan. Adalah David Beckham yang memotivasi teman-temannya untuk bersabar dan beusaha terus-menerus. Frustasi adalah musuh utama dalam bermain bola. Setiap tendangan adalah representasi dari tenaga, motivasi dan akurasi. Rupanya Beckham sadar akan hal itu, sampai akhirnya momen mengejutkan tiba. Bermula dari sisi kanan lapangan Beckham membawa bola. Sebentar ia melihat ke kota pinalti lawan di sana berdiri Peter Crouch. Beckham tahu Crouch itu pemain dengan tinggi di atas rata-rata pemain lawan. Maka ia pun melambungkan bola ke kotak pinalti lawan. Momen yang tepat sekali Crouch menyambut bola dengan tandukan tajam ke gawang. Gemuruh penonton memenuhi stadion! Permainan milik Inggris. Beckham tersenyum menyambut Gol Crouch. Erickson memuji Beckham.


Thanks Zev...
Ehm....thanks a lot Zev. Akhirnya kesampaian juga punya blog yang manis and menggigit. Semua itu berkat bantuan Mbak Zev yang telah membuatkan template manis ini. Makasih banget Mbak besar upahmu di surga...ceile. Sekarang dengan tampilan baru diharapkan lahir juga tulisan-tulisan yang baru juga. Hanya saja saya masih belum sreg menuliskan hal-hal yang privat and sensitive...he...he...sombong banget. Lama saya bermimpi bisa punya blog dengan template kreasi sendiri tapi dasar gaptek jadinya ya cuman nambal sana-sini. Hingga suatu ketika saya menemukan blog yang sangat reliable, dan sering dikunjungi banyak orang. Nggak salah lagi karena siempunya memang ahli di bidang perblogkan. Siapa lagi kalau bukan Zeventina. Mbak Zev tinggal di Jerman dan sudah teruji dalam pembuatan Blog, pokoknya expert gitu deh. Sementara saya cuman bisa ngiri liat karya dia yang inovatif banget. Saya tertarik dan setengah maksa (he..he...he...) minta tolong buatin template baru. Dalam kurun kurang dari seminggu semuanya beres. Bener nih....saya cuman ongkang-ongkang di rumah tahu-tahu udah nongol warna biru kesukaan saya. Aduh senengnya...


Monday, June 12, 2006
XYZ!
When I started writing this post I wasn't sure I would be able to finish it until the end. But then I pushed myself to write down simple thing about I have experienced today. I woke up this morning at 06.00 then I took a shower and ready to pray. The Mass was at 06.45 since Alejandro has to leave for hospital at 07.15. For me it's OK I have no problem to wake up in the morning as long as I have time to take a nap later on. Now we are only seven in the community, Pascal, Willy, Alex, Valery, Francois, Rocco and myself. Deny and Wawan have vacation in Indonesia while Ignas is doing his CPE program at Alexian Brothers. Living in an International community is really a nice moment for me. First of all, I get used to think in a creative way in getting a long with those people. They are great people with compassion and love. I have learned how to understand people rather than to be understood. It has become a kind of art in my life. Everyday I have to work, speak and share with them. Thanks God for everything I have received. I just imagine if in this world people can live in peace, it will be great. Why is it difficult to love others?
The World Cup has started and I cannot keep my eyes away from TV screen. I love soccer very much. This morning I watched two games. The USA team lost against Chezk Republic. Chezk played very well. While Japan lost against Australia. I was sad....the Asian teams do not show their best in this event.


Tuesday, June 06, 2006
No idea!
I'm free for a while. I'm done everything, I have time to do everything. Is that good for me? Not at all. I am so confused and I have no idea what I am going to do. I try to read some articles to refresh my knowledge but then I find myself snooring. I tried to organize my room but then a couple hours ago I found the real "I". It's just complicated thing. Anyway summer is here. The weather is great. I have ample time to take a rest and breath. Just put your books down and enjoy life. This summer I will go to The Bronx, New York. I will be there for summer camp. It will be great actually being there with so many people. Last year, I spent five days in New York. Wow...it's amazing. Before going there I will spend one week in Milwaukee to give a hand some people there. The grass looks green and needed to be cut so be ready with lawnmorse, ehm...one thing that I like very much.