Ehm….setelah lama berpikir akhirnya aku putuskan untuk posting tema yang satu ini. Ide muncul dari
Bang Upar teman baru di blog. “Frater ngeblog?” hanyalah satu dari sekian banyak ungkapan “setengah tidak percaya” yang ditujukan kepadaku. Anak-anak Jakarta manggil aku “frat! atau fraaaaaaatttttttt!! (sambil teriak)” mereka adalah mantan murid-murid dulu di SMU 36 Rawamangun Jakarta, atau anak-anak Putra Altar di Paroki. Kalau di Jogja dan Surabaya orang biasa manggil aku “terrr”. Nggak terasa sudah hampir sembilan tahun aku dipanggil “frat” adan “ter”. Aku semakin terbiasa dengan panggilan itu, aku sangat menyukainya.
Kembali ke tema “frater ngeblog” aku ingat kisah ketika aku masih di Jakarta. Waktu itu aku tidak potong rambut selama tiga tahun. Alasannya praktis saja, aku punya tugas pelayanan dengan para buruh di Tangerang. Setiap Sabtu-Minggu harus ke Tangerang naik Bus lewat terminal Senin turun di Cimone. Bus Senin-Cimone itu terkenal banyak copetnya. Nah dengan penampilan sangar, rambut gondrong kayak preman, tentu copet atau preman harus berpikir dua kali kalau mau beraksi. Orang pun komentar “frater kok gondrong!” (sambil geleng-geleng kepala) Kemudian aku potong habis rambut alasan praktisnya tugas di Tangerang sudah selesai, ngirit shampoo, (kalau tidak mandi biar nggak ketahuan, terutama kalau terlambat bangun….he..he….). Sialan! Orang pun komentar “frater kok gundul…” trus masih ditambahin lagi “ngikut trend ya?”. Aku suka nyanyi sambil main gitar. Apapun lagunya aku suka dari dangdut, klasik sampai campur sari. Aku suka nyanyi lagunya Sheila on 7 (terutama Sephia dan Sebuah Kisah Klasik), orang pun komentar “lagi jatuh cinta ya?”.
Suatu ketika aku jalan-jalan di Mall Cempaka Mas mau beli CD jadinya browsing gitu. Eh ..kebetulan ketemu salah satu umat dari Paroki Paskalis Cempaka Putih. Dia tanya “frater suka ke Mall ya?” (dalam hati memang nggak boleh?) Aku suka Bola. Dulu sih pernah bercita-cita jadi komentator sepak bola, tapi karena banyak saingan trus nggak jadi deh. Lebih baik jadi komentator independen…he..he. Tapi aku tidak pernah memandang sepakbola sebagai sekadar permainan. Romo Sindhunata banyak memberi inspirasi bagaimana belajar religiositas sepakbola. Banyak nilai-nilai hidup di dalamnya. Bahasa kerennya membantu orang untuk duc in altum….melihat lebih dalam. Tapi orang bilang “kamu lebih cocok jadi komentator bola”…he…he. (kena lagi).
Aku suka ngeblog. Mulanya hanya kebetulan. Ketika aku tiba di Amrik, aku mulai mengenal Internet. Dari google aku bisa cari apa saja. Sebuah nama muncul di benakku lalu kutulis di google dan…….muncullah sederet nama. Lalu aku klik satu-persatu hingga aku menemukan
sebuah nama. Ehm….ia sama sekali bukan orang yang kumaksud, aku pun tidakl kenal dia! Tapi aku suka tulisannya. Dari situlah aku kenal yang namanya Blog! Dari hasil coba-coba lahirlah blog ini. Isinya masih sederhana karena aku masih ragu tentang yang privat dan publik. Dari blogwalking aku menilai orang berbagi ruang privatnya sedemikian intimate bagai tiada jarak lagi, saling menyapa dan bersua. Sungguh asyik! Aku kira aku bukan satu-satunya frater yang ngeblog ada yang lain lho. Tapi orang bilang “frater ngeblog juga ya?.
Untuk semua pertanyaan di atas jawabannya adalah “frater juga manusia”